Sikap Suami Terhadap Istri

Untuk menciptakan keluarga yang sakinah, tidaklah cukup hanya dengan dilaksanakan oleh suaminya tanpa dukungan istri. Dan begitu pulalah sebaliknya, seorang istri akan sia-sia dalam mengupayakan terbinanya keluarga yang sesuai dengan harapan apabila suami tidak ikut berperan aktif. Masing-masing pihak harus secara sadar mengupayakan tercapainya tujuan hidup bersama tersebut. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Orang yang baik diantara kalian adalah orang yang berlaku baik kepada keluarganya. Sedang aku sendiri berlaku baik kepada keluargaku". (HR Syarif).

Berikut sikap suami terhadap istri :
  • Suami wajib membayar Maskawin kepada istrinya. Hadist Nabi menegaskan, "Adalah merupakan dosa besar bagi seorang pria yang kawin dengan seorang wanita sampai wanita tersebut diceraikan, ia belum membayar maskawinnya." (HR Baihaqi).
  • Suami wajib berlaku baik terhadap istrinya dengan memberikan hak-hak istrinya, seperti uang belanja, pakaian yang pantas dan kebutuhan-kebutuhan lain yang patut menurut kemampuan suami.
  • Suami harus menahan diri untuk tidak menyakiti dan memberatkan istrinya tanpa sebab yang jelas. Hadist Nabi Muhammad SAW, "Allah akan minta pertanggungjawaban kepada para pemimpin, berkenaan dengan yang dipimpinnya, adakah ia telah memeliharanya dengan baik? Kepada kaum pria akan diminta pertanggungjawaban atas keluarganya."
  • Suami harus menggauli istrinya dengan cara yang sebaik-baiknya. Menganggap istri sebagai teman yang paling dekat lahir dan bathin, teman senasib sepenanggungan di kala suka maupun duka. Komunikasi suami istri yang baik dan sehat akan memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya tentang bagaimana pergaulan antar sesama manusia yang baik.
  • Suami harus berlaku bijaksana, ramah tamah, berlaku manis dan lemah lembut terhadap istrinya, baik ketika mereka sedang berdua atau bersama orang banyak.
  • Suami hendaknya tidak melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati istri, apalagi melakukan sesuatu yang dapat melukai perasaan istri. Misalnya secara langsung mengkritik masakan istri yang kurang sedap.
  • Seandainya suami memanggil istri, hendaklah dengan sebutan-sebuta yang terbaik, bukan dengan panggilan yang menunjukan tidak adanya keakraban dan kemesraan. Islam mengajarkan kepada setiap manusia agar memanggil orang lain dengan sebutan-sebutan yang baik dan menyenangkan.
  • Bila suatu ketika istri melakukan kesalahan yang membangkitkan kemarahan suami, sedapat mungkin suami menahan diri untuk tidak marah. Pilihlah kata-kata yang sopan dan tidakmenyinggung perasaan istri.
  • Kalau istri sedang marah, sebaiknya suami jangan menjawab, cukup meninggalkan tempat itu dengan diam saja. Dan sebaiknya meredakan kemarahan itu dengan berseloroh dan bersenda gurau, yang dapat menimbulkan suasana santai dan humor. Dengan demikian, pertengkaran yang sedang berlangsung dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
  • Suami tidak boleh menumpahkan seluruh perhatiannya pada pekerjaan semata-mata. Hendaklah meluangkan waktu untuk bersantai dan beristirahat bersama istrinya.
  • Jangan segan-segan memuji kelezatan masakan yang dimasak oleh istrinya dan jangan sungkan-sungkan memuji dandanannya atau kecantikannya. Kebiasaan seperti ini akan merupakan obat yang paling mujarab bagi seorang istri dari kepenatan sehari-hari dalam mengurusi segala macam kebutuhan keluarga.
Demikianlah sikap-sikap yang harus diterapkan dalam membina keluarga yang sakinah, mudah-mudahan artikel ini dapat membantu suami istri yang sedang menghadapi masalah keluarga. Amin...

(Artikel ini ditulis oleh Drs. Chamim Zarkasyi Poetro pada Majalah "Nasehat Perkawinan dan Keluarga" Nomor 212 Tahun XVIII Pebruari 1990 Halaman 3-6)

Sumber :
http://www.hendriono.web.id/2009/07/sikap-suami-terhadap-istri.html 
atau klik disini


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar